Langsung ke konten utama

Faedah istiqomah santri

Hasil gambar untuk anime santri

Melaksanakan kegiatan secara konsisten berefek optimis, tidak pernah merasa takut, bersedih dan cemas.

Ada hadits Nabi Muhammad yang bunyinya begini: Al istiqomah khoirun min alfi karoomah. Artinya konsistensi itu seribu kali lipat lebih baik ketimbang karomah.

Kata Istiqomah yang berasal dari kata Istaqoma-Yastaqimu-Istiqomatan artinya mendirikan. Dalam bahasa Jawa berarti jejeg, dalam bahasa Sunda langgeng, dalam bahasa hukum adalah konsisten, dan  dalam bahasa Inggrisnya adalah continue. 

Mendirikan itu bukan sekedar melakukan tapi melaksanakan satu tindakan yang terus menerus tanpa henti. Orang yang bertindak istiqomah itu akan mendapatkan kemulian. Firman Allah dalam Surat  Fushshilat ayat 30: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu".

Orang-orang yang istiqomah akan mendapatkan perlindungan baik di dunia maupun  di akhirat dan apa-apa yang mereka minta dan hajatkan akan Allah penuhi. Sebagaimana Allah janjikan dalam ayat selanjut: "Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta".

Orang yang konsisten hidupnya selalu optimis, yakin terhadap tuhannya yaitu Allah SWT, mereka selalu konsisten  tidak pernah merasa takut, bersedih dan cemas, karena ia merasa Allah SWT selalu bersamanya,  dan ia yakin bahwa kehidupannya telah di jamin oleh Allah.

Ada satu kisah bagaimana istiqomah melakukan hal-hal kecil bisa membawa keberentungan di masa yang akan datang. Tidak heran di pondok pesantren banyak kita temui santri-santri muda yang konsisten mengerjakan kebaikan walau kecil, misalnya selalu memilih sholat di pinggir tiang, selalu bangun dini hari untuk menegakkan sholat malam, menjadi muadzin setiap hari. 

Tersebutlah kisah nyata faedah istiqomah santri yang terjadi pada seorang santri di Pondok Pesantren Ilmu Qur'an (PIQ) Singosari Malang bernama Rofiuddin. Santri ini dikenal santri yang kurang pintar. Membedakan isim atau fi'il (kata benda atau kata sifat) saja tidak bisa. Tak heran kalau ia melalui sebagai santri hingga sepuluh  tahun lamanya. Padahal santri lain sampai lulus cuma perlu enam tahun.  

Tapi begitu ia lulus dari pesantren, tiba-tiba membuat semua temannya kagum. Ia yang dianggap bodoh itu kini memimpin pondok dan sekolah di Gresik. Rupanya begitu lulus ia diminta orang baik yang kaya untuk memimpin pondok. Saking dicintainya para santri, beberapa kelas kalau tidak diajar dia, santrinya tidak konsern belajar, bahkan mogok belajar.

Ternyata baru ketahuan selama ia menjadi santri di PIQ ia  tidak pernah terlewat membersihkan aula. Setiap hari tidak pernah luput untuk menyapu, mengepel dan membuang sampah yang tercecer di aula. Aula di pondok adalah tempat untuk sholat jamaah, muhadhoroh dan sebagainya. Tidak heran setiap tahun PIQ selalu menjadi pondok yang menang dalam lomba kebersihan antar pesantren. 

Kepandaian yang mendadak datang setelah lulus itu, menurut Kiai Basori Alwi, pengasuh Pondok PIQ karena ia selalu istiqomah. "Istiqomah itulah yang membuatnya memiliki ilmu laduni (ilmu yang datang didapat tanpa melalui tahap belajar)," kata Kiai Basori, seperti ditirukan salah seorang santrinya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijab syar'i yang baik dalam islam

Ketika mengamati perkembangan mode di tanah air, banyak ditemui berbagai macam model busana yang kian hari kian vulgar. Bukan hanya di lingkup entertainment saja, tetapi juga merambah ke pelosok daerah. Seperti kita lihat celana pendek ketat yang populer disebut “Hotpen”, pada jaman dahulu “Hotpen” hanya dipakai didalam rumah , atau mungkin sebagai pakaian dalam. Tetapi sekarang beralih fungsi menjadi busana pamungkas kaum hawa jika ia ingin disebut trendy, atau seksi. Dan lebih parahnya lagi, busana semacam ini dianggap memiliki level yang tinggi dalam dunia pergaulan. Padahal jika kita mengamati di negara-negara maju, celana Hotpen juga disebut sebagai celana “ala pelacur”, sesuai dengan nama yang dipopulerkan yaitu “Hot-pen” (celana yang merangsang). Nah ! ternyata fenomena semacam ini dianggap sebagai penunjang lahirnya gerakan “Hijab Modis”. Yang mana tujuan utama dari Hijab Modis ini guna mengajak para wanita untuk menutup auratnya dengan balutan yang tetap mempertahankan kei...

Pendidikan Agama Islam dan Akhlak

Pendidikan Agama Islam dan Akhlak Agama Islam di lingkungan keluarga berlangsung antara orang-orang dewasa yang bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan agama islam, dan anak-anak sebagai sasaran pendidikannya. Sedang ibu dalam kaitannya dengan pendidikan agama di lingkungan keluarga, maka kedudukannya sebagai pendidik yang utama dan pertama, dalam kedudukannya sebagai pendidik, maka seorang ibu tidak cukup hanya memanggil seorang guru agama dari luar untuk mendidik anaknya di rumah, dan bukan dalam pengertian yang demikianlah yang dimaksud dengan pendidikan agama di lingkungan keluarga. Akan tetapi lebih ditekankan adanya bimbingan yang terarah dan berkelanjutan dari orang-orang dewasa yang bertanggung jawab di lingkungan keluarga untuk membimbing anak. Pengertian yang jelas tentang pendidikan agama yang dilakukan di lingkungan keluarga interaksi yang teratur dan diarahkan untuk membimbing jasmani dan rohani anak dengan ajaran Islam, yang berlangsung di lin...

Jangan Lupakan Sejarah

                                                    Jangan Lupakan Sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan lahir dari proses sulap 'aba gadabra', tapi diawali serangkaian perjuangan panjang yang melibatkan berbagai kalangan; etnis, suku dan agamawan yang berbeda beda serta pengorbanan yang tak ternilai harganya berupa tenaga, air mata, darah dan banyak nyawa. Oleh karena itu, tidak dibenarkan klaim agama klaim terhadap NKRI ini milik etnis atau agama tertentu. Biasanya, setiap peristiwa monumental ditandai dengan berbagai konsepsi dan simbol simbol sebagai tombak sejarah, tak terkecuali momentum lahirnya NKRI, sebut saja pancasila, bendera merah putih, patung proklamasi, tugu dan sederet simbol monumental lainnya. Simbol simbol tersebut dimaksudkan untuk ...