Langsung ke konten utama

Jangan Lupakan Sejarah

                                                    Jangan Lupakan Sejarah

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan lahir dari proses sulap 'aba gadabra', tapi diawali serangkaian perjuangan panjang yang melibatkan berbagai kalangan; etnis, suku dan agamawan yang berbeda beda serta pengorbanan yang tak ternilai harganya berupa tenaga, air mata, darah dan banyak nyawa. Oleh karena itu, tidak dibenarkan klaim agama klaim terhadap NKRI ini milik etnis atau agama tertentu.
Biasanya, setiap peristiwa monumental ditandai dengan berbagai konsepsi dan simbol simbol sebagai tombak sejarah, tak terkecuali momentum lahirnya NKRI, sebut saja pancasila, bendera merah putih, patung proklamasi, tugu dan sederet simbol monumental lainnya. Simbol simbol tersebut dimaksudkan untuk mengenang peristiwa masa lampau, agar generasi setelahnya tidak 'amnesia' sejarah, meminjam istilah Bung Karno, 'jas merah' kepanjangan dari jangan lupakan sejarah.
Dari perspektif komunikasi, simbol simbol tersebut dimaksudkan menghidupkan kembali teladan patriotik secara dialogis yang berkesinambungan membentengi status merdeka yang telah susah payah diraih. (Sumber : Duta Masyarakat, 25 Februari 2017)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijab syar'i yang baik dalam islam

Ketika mengamati perkembangan mode di tanah air, banyak ditemui berbagai macam model busana yang kian hari kian vulgar. Bukan hanya di lingkup entertainment saja, tetapi juga merambah ke pelosok daerah. Seperti kita lihat celana pendek ketat yang populer disebut “Hotpen”, pada jaman dahulu “Hotpen” hanya dipakai didalam rumah , atau mungkin sebagai pakaian dalam. Tetapi sekarang beralih fungsi menjadi busana pamungkas kaum hawa jika ia ingin disebut trendy, atau seksi. Dan lebih parahnya lagi, busana semacam ini dianggap memiliki level yang tinggi dalam dunia pergaulan. Padahal jika kita mengamati di negara-negara maju, celana Hotpen juga disebut sebagai celana “ala pelacur”, sesuai dengan nama yang dipopulerkan yaitu “Hot-pen” (celana yang merangsang). Nah ! ternyata fenomena semacam ini dianggap sebagai penunjang lahirnya gerakan “Hijab Modis”. Yang mana tujuan utama dari Hijab Modis ini guna mengajak para wanita untuk menutup auratnya dengan balutan yang tetap mempertahankan kei...

Sholawat Nariyah

Keberadaan  Shalawat Nariyah  memang menjadi kontroversi tersendiri di kalangan umat Islam. Ada yang mengatakan itu bid’ah, syirik dan sebagainya. Tapi di berbagai daerah shalawat Nariyah ini biasa jadi amalan banyak orang Islam. Shalawat Nariyah ini sering disebut sebagai shalawat Tafrijiyah juga.  Bagi saya pribadi, apa pun bentuknya, sebuah  shalawat  adalah bentuk pemuliaan dan sanjungan kita kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Ada banyak sekali bacaan shalawat yang ditujukan untuk baginda Nabi. Misalnya  shalawat tausi'ul arzaq  dan  shalawat  lain yang dimaksudkan untuk menghilangkan kesedihan. Disebutkan dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) bahwa, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis ...